Aku adalah binatang jalang,

dari kumpulan yang terbuang,
--Aku (Chairil Anwar)--

Pernah ga sih kamu sadari seberapa sering orang menggunakan kalimat diatas untuk menunjukkan perasaan mereka. Itu lah yang aku sebut dengan pelajaran yang aplikatif. Kamu gunakan apa yang kamu pelajari secara spontan dan benar.
Balik lagi ke sistem pembelajaran yang terjadi sekarang, aku dan kamu akan menjadi kita, dan kita akan berusaha naikin persentase apa yang kamu pelajari menjadi hal yang aplikatif dalam hidup keseharian mu. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah cari tau kenapa kamu perlu untuk memahami sebuah masalah. Bentuk materi tersebut kedalam konteks dan mari bayangkan konteks nya akan menjadi apa dan bagaimana cara penggunaan nya.
Jangan takut, hal ini memang sangat sulit, apalagi buat kamu yang kurang peduli dengan peningkatan kualitas hidup.
Mungkin kamu merasa kamu sudah mengetahui kamu pingin jadi apa nantinya, tapi ketika kamu disuruh tulis aku yakin kamu akan kesulitan. Karena secara statistik sedikit banget orang yang kenal sama dirinya sendiri. Disini aku ga akan coba kenalin kami dengan diri kamu sendiri, karena jujur aku juga ga kenal sama kamu.
Aku sendiri kenalan sama diriku sendiri diwaktu yang cukup lama. Kalau bahasa puisinya aku kenal dengan diri ku sudah di ujung senja. Hal ini sangat merugikan, karena aku banyak kehilangan waktu melakukan sesuatu yang tidak aku pahami dan kelihatannya tidak berguna banyak untuk aku.
Kenapa aku coba sampaikan ini sekarang?
Bayangkan jika sekarang kamu belum kenal dengan dirimu sekarang, kamu akan terlambat untuk melakukan sesuatu yang kamu senangi. Kamu akan berputar putar mengikuti mau orang lain disekitarmu, dan ujung ujungnya kamu akan dipekerjakan orang lain untuk menggapai apa mau nya. Bahasa lainnya adalah kamu pegawai.
Sekarang aku akan coba kenalkan gimana cara belajar yang efektif dan efektif banget. Kamu ga perlu terpaksa untuk belajar matematika, fisika, biologi, kimia dan pelajaran membosankan lainnya untuk bisa berhasil. Justru harusnya kamu memohon untuk dapat diajarkan materi materi tertentu, bukan karena kamu terpaksa tapi karena kamu butuh.
Seorang marketing tidak akan butuh untuk mempelajari fisika bukan?
---
---Ini Keliru---
---
Bahkan jika kamu adalah marketing mobil, rumah, atau bahkan pesawat kamu perlu menjelaskan sesuatu yang kelihatan nya bersifat sains dan itu akan memberikanmu nilai lebih. Lihatkan, sebenarnya kamu butuh hanya saja kamu ga tau kenapa harus belajar fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Keliru banget jika kamu merasa ada pelajaran dasar yang ga akan kamu gunakan dalam kehidupan keseharian mu. Sangat wajar jika kamu merasa malas mengerjakan sesuatu karena kamu tau kedepannya tidak akan berguna. Pola ini tidak akan bisa dihindarkan karena sistem yang kita jalankan sekarang berfokus pada penyampaian materi, bukan kenapa materi tersebut harus di sampaikan.
Meskipun dalam setiap pelajaran kamu memiliki tujuan pembelajaran, jarang sekali tujuan pembelajaran tersebut bersifat aplikatif. Yang lebih memprihatinkan lagi, gurunya aja kadang ga ngerti kenapa harus mengajari sebuah matapelajaran tertentu.
Sekarang izinkan aku promosi, nah di favorable ini kamu akan di pandu untuk temuin apa yang kamu inginkan. Bukan sekedar apa yang kamu inginkan tapi apa yang kamu butuhkan dan bagaimana cara mendapatkan apa yang kamu butuhkan. Gimana caranya?
--Sabar--
Sebenarnya juga aku belum sebarkan formulasi nya. BUKAN takut untuk dijiplak, namun ada kekhawatiran ini akan menjadi kesalahpahaman baru. Sama seperti kamu baca biografinya Billgates dan setelah baca secara setengah setengah kamu memutuskan untuk berhenti kuliah karena kamu merasa bisa melakukan hal lebih.
---
...Itu bukan tindakan yang cerdas...
---
Silahkan baca postingan ku yang lain, jika kamu merasa butuh. Namun jika kamu merasa ini terlalu menghabiskan waktu, coba bandingkan caramu menghabiskan waktu selama ini dibandingkan dengan membaca ini. Maksudku, ayolah mulai bersabar membangun masadepan mu.
---
--- Disini belajar jadi lebih masuk akal ---
Salam hangat
---Favorable---
Comments
Post a Comment